Back to Projects
Data Mining / ML
RESEARCH MONOGRAPH•2025•4 min read

Sukun Sales Segmentation

Segmentasi Wilayah Penjualan Menggunakan Hierarchical Agglomerative Clustering (HAC) & Visualisasi Geospasial

Analisis segmentasi 17 kelurahan berdasarkan performa penjualan 14 varian produk, efektivitas kunjungan (Call & Eff Call), dan potensi pasar menggunakan Hierarchical Agglomerative Clustering (HAC). Model mengidentifikasi 4 klaster wilayah dengan Silhouette Score 0.6281 dan Davies-Bouldin Index 0.5347 untuk memandu alokasi sales force, penargetan produk, dan strategi ekspansi teritorial.

PythonScikit-learnSciPyGeoPandasContextilyShapelyPandasMatplotlibSeaborn
Silhouette Score
0.6281
Separasi dan kohesi klaster sangat kuat pada k=4
Davies-Bouldin Index
0.5347
Tingkat error separasi rendah (nilai kecil optimal)
Optimal Clusters (k)
4 Cluster
Terbentuk natural dari cut-off dendrogram y=2.5
Scope Wilayah
17 Kelurahan
10 kelurahan aktif + 7 kelurahan eksplorasi

Business Understanding & Strategic Context

Problem Statement

Distribusi produk rokok dan alokasi sales force sebelumnya belum terstandardisasi secara objektif berdasarkan produktivitas wilayah. Hal ini menimbulkan inefisiensi rute kunjungan, 7 kelurahan yang sama sekali belum tergarap (zero sales), dan belum optimalnya penetrasi varian produk unggulan pada toko-toko retail potensial.

Strategic Objective

Mengelompokkan 17 kelurahan ke dalam 4 klaster homogen berbasis data (data-driven) menggunakan metrik penjualan, efektivitas kunjungan toko, dan rasio konversi untuk merancang alokasi sales force berjenjang dan target KPI wilayah yang presisi.

Tangible Business Impact

Identifikasi Klaster Prioritas 1 (Ciketingudik & Cikiwul) yang menyumbang rata-rata omzet tertinggi ~Rp 47,5 juta/kelurahan dengan total 5.195 unit produk.
Optimalisasi alokasi tenaga penjual: 2 Senior Sales untuk mempertahankan key accounts Cluster 3, 3 Sales untuk penetrasi Cluster 2, 2 Sales untuk Cluster 0, dan 2 Tim Survei untuk Cluster 1.
Penemuan 7 kelurahan yang belum tersentuh (Cluster 1) sebagai sasaran ekspansi baru terukur.
Strategi portofolio produk terarah dengan memaksimalkan produk pendorong omzet utama (KSN menguasai 29% volume, TRN B, dan LS 16).

Target Users & Stakeholders

Area Sales Manager & Commercial Director
Territory Management & Route Planners
Field Sales Supervisors & Representatives
Trade Marketing & Distribution Strategists

Dataset Specifications & Processing Pipeline

Data Scope & Volume

267 baris data transaksi penjualan (14 varian produk + Call, Eff Call, Sale Total), data koordinat geografis 17 kelurahan, dan shapefile batas administratif wilayah.

Algorithmic Methodology

Hierarchical Agglomerative Clustering (HAC) dengan perbandingan 4 metode linkage (Average, Complete, Ward, Single) dan distance metric Euclidean, dipadukan dengan pemetaan GeoPandas dan Contextily basemap.

Key Variable Dimensions

Total Penjualan Produk (Σ 14 Varian Produk Rokok)
Sale Total (Total Nilai Transaksi Penjualan dalam Rupiah)
Call & Eff Call (Jumlah Kunjungan Toko & Kunjungan Efektif Membeli)
Rasio Toko Membeli Produk (Eff Call / Call × 100%)
Rata-Rata Produk Terjual (Total Produk / Eff Call)
Rata-Rata Nilai Transaksi (Sale Total / Eff Call)
Koordinat Geografis (Latitude & Longitude Kelurahan)

Data Preprocessing & Feature Engineering Architecture

STEP 01

Data Consolidation: Mengintegrasikan data transaksi 14 produk (KSN, TRN B, LS 16, BCK, LS 12, SSB, SBS, RVL 16, RVL M 12, Spirit, LSFB 12, Spc 16, SE12, SE16) dengan metrik call.

STEP 02

Feature Engineering: Membangun 4 fitur turunan strategis (Total Produk, Rata-Rata Produk/Eff Call, Rasio Toko Membeli, Rata-Rata Nilai Transaksi per Toko).

STEP 03

Feature Standardization: Penerapan StandardScaler pada 6 fitur numerik guna menyetarakan skala jutaan rupiah dan rasio persentase.

STEP 04

Geospatial Shapefile Join: Penggabungan data hasil klastering dengan shapefile polygon administrasi kelurahan untuk pemetaan spasial.

Comparative Model Linkage Evaluation

(Scroll horizontally to inspect metrics →)
Linkage MethodSilhouette Score (Higher is Better)Davies-Bouldin Index (Lower is Better)Optimal kVerdict / Interpretability
Average Linkage (Selected)0.62810.5347k = 4Terpilih (Dendrogram y=2.5 Optimal)
Complete Linkage0.62810.5347k = 4Skor identik (Validasi konsistensi)
Ward Linkage0.62810.5347k = 4Skor identik (Validasi konsistensi)
Single Linkage0.62810.5347k = 4Skor identik (Validasi konsistensi)

Spatial Segmentation Visualizer

Spatial Sales Cluster Visualizer

17 Kelurahan across 4 Hierarchical Agglomerative Clusters (k=4)

GeoPandas & Contextily
Cluster 3: Potensi Tinggi
Priority 1 (Retain & Expand)
Scope: 2 Kelurahan

Volume penjualan tertinggi (~47.5M per kelurahan), efektivitas kunjungan terbesar (~500 Eff Call), dan total 5.195 unit produk terjual.

Rata-rata Omzet
Rp 47.5M / kelurahan
Efektivitas Kunjungan
~500 Eff Call
Konversi Toko
39.5% Rasio Toko
Kelurahan Anggota:Ciketingudik (Rp 51.48M)Cikiwul (Rp 43.69M)
Geospatial Boundary Rendering: Analisis spasial menggunakan ADMINISTRASI_AR_DESAKEL.shp dipetakan dengan GeoPandas dan Contextily (CartoDB Positron basemap) untuk menghasilkan visualisasi poligon wilayah terintegrasi.

Empirical Discoveries & Key Findings

Analisis Produk9.728 Unit Terjual

Dominasi Mutlak Produk KSN (29% Total Volume Pasar)

Varian KSN mendominasi pasar secara masif dengan 9.728 unit terjual, disusul TRN B (6.147 unit), BCK (4.376 unit), dan LS 16 (4.126 unit). Tiga produk (Spc 16, SE12, SE16) mencatatkan nol penjualan di seluruh wilayah.

Kinerja WilayahRp 95,17 Juta (Cluster 3)

Duo Sentra Omzet Tertinggi: Ciketingudik & Cikiwul

Ciketingudik (Rp 51,48M) dan Cikiwul (Rp 43,69M) menjadi episentrum omzet terbesar dengan efektivitas kunjungan toko tertinggi (>480 Eff Call per kelurahan), membentuk Cluster 3 (Potensi Tinggi).

Peluang Eksplorasi7 / 17 Kelurahan (41%)

7 Kelurahan Terisolasi Tanpa Aktivitas Penjualan

Bojongmenteng, Jakamulya, Jakasetia, Jatiasih, Jatikramat, Jatimekar, dan Jatirasa memiliki metrik nol dan secara natural membentuk Cluster 1 (Belum Diketahui) pada dendrogram, siap menjadi target ekspansi survei baru.

Penetrasi Retail40.6% Rasio Konversi

Efektivitas Konversi Toko Tertinggi di Cluster 2

Cluster 2 (Jatibening, Jatibening Baru, Jaticempaka, Jatimakmur, Jatiwaringin) memiliki rasio toko membeli tertinggi (40.6%) dan rata-rata nilai transaksi tertinggi (Rp 105.000/transaksi), ideal untuk program upselling.

Actionable Strategic Recommendations

Target 1
Cluster 3: Potensi Tinggi (Ciketingudik, Cikiwul) - Priority 1

Strategi Retain & Expand: Alokasikan 2 Senior Sales, pasang target Eff Call 550+/bulan dan target omzet Rp 55M+/bulan, pertahankan ketersediaan stok produk KSN dan TRN B.

Expected Business Outcome:

Menghindari out-of-stock di outlet dengan volume tinggi dan memaksimalkan share of wallet retail.

Target 2
Cluster 2: Potensi Sedang (Jatibening, Jatimakmur, dll.) - Priority 2

Strategi Grow: Alokasikan 3 Sales, dorong frekuensi kunjungan (target Eff Call 300+), lakukan cross-selling produk SBS, BCK, dan LS 12 untuk meningkatkan basket size.

Expected Business Outcome:

Menaikkan rasio toko membeli ke atas 45% dan mendorong omzet melampaui Rp 32M+/bulan.

Target 3
Cluster 0: Potensi Rendah (Bantargebang, Sumurbatu, dll.) - Priority 3

Strategi Develop: Alokasikan 2 Sales, perbaiki efisiensi rute kunjungan, evaluasi hambatan toko, dan beri insentif pembelian bundling.

Expected Business Outcome:

Meningkatkan produktivitas kunjungan efektif dari ~220 menjadi 250+ Eff Call/bulan.

Target 4
Cluster 1: Belum Diketahui (7 Kelurahan Zero Sales) - Priority 4

Strategi Explore: Tugaskan 2 Tim Survei / New Hires untuk pemetaan outlet baru dan validasi demand sebelum deployment sales force reguler.

Expected Business Outcome:

Membuka pasar baru dan mengonversi kelurahan non-aktif menjadi titik distribusi aktif.

CRISP-DM Standard Methodology Execution

Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM): This project rigorously applies the 6 standard industry phases of data science from business understanding through deployment.
Fase 1Territory Objectives

Business Understanding

Mengidentifikasi ketimpangan distribusi penjualan rokok dan merumuskan sasaran optimasi territory management.

Analisis permasalahan distribusi yang belum proporsional di 17 kelurahan.
Formulasi tujuan segmentasi: memetakan potensi wilayah dan efektivitas kunjungan toko.
Penetapan kriteria keberhasilan: pengelompokan natural berbasis metrik empiris Silhouette > 0.60.
Fase 2EDA & Product Insights

Data Understanding

Eksplorasi data 267 transaksi penjualan 14 varian produk, metrik kunjungan toko, dan koordinat wilayah.

Analisis kontribusi produk: KSN mendominasi 29% pasar (9.728 unit), disusul TRN B (6.147 unit) dan LS 16 (4.126 unit).
Deteksi produk non-aktif: Spc 16, SE12, dan SE16 memiliki 0 penjualan.
Identifikasi performa kelurahan: Ciketingudik & Cikiwul sebagai top performer omzet, 7 kelurahan nol transaksi.
Fase 3Feature Engineering

Data Preparation

Penyusunan 4 fitur turunan kinerja penjualan dan standardisasi fitur numerik.

Kalkulasi fitur turunan: Total Produk, Rata-Rata Produk/Eff Call, Rasio Toko Membeli (Eff Call/Call), dan Rata-Rata Nilai Transaksi.
Penerapan StandardScaler pada 6 variabel numerik untuk menyetarakan bobot skala.
Penyelarasan nama kelurahan untuk proses spatial join dengan shapefile wilayah.
Fase 4Hierarchical Clustering

Modeling

Eksperimentasi Hierarchical Agglomerative Clustering (HAC) dengan berbagai metode linkage.

Konstruksi dendrogram hierarki menggunakan Average, Complete, Ward, dan Single Linkage.
Penentuan jumlah klaster optimal k=4 berdasarkan dendrogram cut-off y=2.5.
Pemilihan Average Linkage yang menghasilkan interpretabilitas pohon klaster paling natural.
Fase 5Cluster Quality Validation

Evaluation

Validasi kualitas pemisahan klaster menggunakan Silhouette Score dan Davies-Bouldin Index.

Silhouette Score mencapai 0.6281 yang menandakan struktur klaster sangat kokoh dan kohesif.
Davies-Bouldin Index 0.5347 membuktikan jarak antar-klaster terpisah secara tegas.
Pemberian label bisnis post-hoc: Potensi Tinggi (C3), Potensi Sedang (C2), Potensi Rendah (C0), dan Belum Diketahui (C1).
Fase 6Actionable Allocation

Deployment

Visualisasi peta geospasial interaktif dan formulasi alokasi sales force per klaster.

Pembuatan peta spasial klasifikasi poligon kelurahan berbasis GeoPandas dan Contextily.
Penyusunan skema alokasi 9 personel sales force berdasarkan prioritas potensi wilayah.
Penetapan KPI target bulanan spesifik (Eff Call, Sale Total, Rasio Konversi) per klaster.